Pembegalan kembali beraksi (sabtu 28 februari 2015 )

Kali ini telah terjadi PEMBEGALAN pukul 00.30 WIB tgl 28 Februari 2015 berupa handphone.

image

di jalan condet raya (batu ampar) perempatan jalur angkot T07 yang berjurusan cililitan – condet balekambang

Kejadian sangat menyedihkan dari seorang yang bernama dadang munawar warga cianjur kelahiran th 1989, sehabis pulang bekerja (sebagai penjual ayam potong) dari poltangan jakarta selatan menuju pasar kramat jati jakarta timur, untuk pulang berdagang.

image

Korban terbilang beruntung karna yang dirampas/dibegal hanya sebuah ponsel blackberry, dompet uang dan motor nya selamat dari rampasan pembegal.

Ciri ciri tersangka yang lolos dari kejaran, menurut korban anak anak remaja usia 20 – 25 tahun, memakai motor honda beat putih berboncengan 3 orang sekaligus, dengan bau dimulut alkohol kolesom dan sejenisnya.

image

Penguberan tidak dilakukan karna motor korban terjatuh ditengah tengah jalan yang mengakibatkan tersendatnya arus kendaraan sedikit

image

Hal ini dibenarkan karna saksi mata saya sendiri yang menanyai sang korban .. yang dimana saya sedang menuju pomp bensin condet raya, beberapa detik setelah kejadian.

image

TIPS :

Wajib waspada dan hati hati terutama dijalur yang gelap kurang cahaya penerangan jalan raya.

Jangan bermain ponsel ketika sedang perjalanan dijalan karna setidaknya dapat mengundang aksi kriminal

Demikian informasi yang saya sampaikan dengan akurat dan sesunguh sungguhnya

Terimakasih
Salam hati hati kalau sedang warna warni

[ Bram ]

Advertisements

1 Tamparan 3 Pertanyaan

image

1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan

Ada seorang Pemuda yang lama sekolah di luar negeri kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah, ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, Kyai atau siapa saja yang bisa menjawab 3 pertanyaannya.

Akhirnya orang tua Pemuda itupun mencarikan orang yang dimaksud tersebut, seorang Kyai.

Pemuda : Anda siapa ? dan apakah Anda bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan saya ?

Kyai : Saya Hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan Anda.

Pemuda : Anda yakin ? Sedangkan Profesor dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Kyai : Saya akan mencoba menjawab pertanyaan sejauh kemampuan saya.

Pemuda : Saya ada 3 pertanyaan :

Kalau memang Tuhan itu ada

1. Tunjukkan wujud Tuhan kepada saya.
2. Apakah itu yang dinamakan takdir.
3. Kalau syaithan diciptakan dari api, kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama.
Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu ?

Tiba – tiba Kyai tersebut MENAMPAR pipi Pemuda tadi dengan keras.

Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya ?

Kyai : Saya tidak marah … Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 pertanyaan yang anda ajukan kepada saya.

Pemuda : Saya sungguh – sungguh tidak mengerti.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit.

Kyai : Jadi Anda percaya bahwa sakit itu ada ?

Pemuda : Ya !

Kyai : Tunjukkan pada saya wujud sakit itu !

Pemuda : Saya tidak bisa.

Kyai : Itulah jawaban pertanyaan pertama … kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.

Kyai : Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya ?

Pemuda : Tidak.

Kyai : Apakah pernah terfikir oleh Anda akan menerima tamparan dari saya hari ini ?

Pemuda : Tidak.

Kyai : Itulah yang dinamakan dengan takdir.

Kyai : Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda ?

Pemuda : Kulit.

Kyai : Terbuat dari apa pipi anda ?

Pemuda : Kulit.

Kyai : Bagaimana rasanya tamparan saya ?

Pemuda : Sakit.

Kyai : Walaupun syaithan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki, maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaithan.

Dan itu adalah jawaban untuk pertanyaan terakhir.

Fin

:
Assalãmu’allãikum warahmatulãhi wabarakãtuh

Sekedar berbagi ..

Dahulu ada seseorang yang setelah menghapal dan mempelajari buku kemudian Ia membakarnya karena takut terlalu bersandar dengan buku tersebut dan takut tidak menjaga hapalannya.

Kemudian, muncul ungkapan ..
ﻗﻴﺪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺑﺎﻟﻜﺘﺎﺑﺔ
“Ikatlah ilmu dengan mencatatnya”

Zaman dahulu tidak ada mesin fotocopy dan sarana alat tulis terbatas serta mulai melemahnya kekuatan hapalan

Naah di zaman ini, tepat !! jika membawakan ungkapan

ﻗﻴﺪ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺍﻟﻌﻤﻞ
“Ikatlah ilmu dengan mengamalkannya”

Sarana tulis menulis sangat mudah, copy dan paste, tiap hari mendapatkan nasehat dan ilmu dari TV, Radio, sosial media dan media lainnya.

tetapi apakah hati kita tetap keras dan masih malas beramal ?

Semoga kita dimudahkan mengamalkan ilmu kita, bukan sekedar teori dan wawasan saja.

Amiin, Amiin ya Rabbal Al Amiin ..

Photo [iluvislam.com]
Sumber [muslimAfiyah.com]

Selamat pagi

View on Path